04 Jun 2026 • 7 min read
Pelajari peran direktur CV, tugas, tanggung jawab, syarat, dan kewenangannya dalam pengelolaan usaha dan legalitas perusahaan.
Gambar Ilustrasi Direktur CV: Tugas, Wewenang, dan Tanggung Jawab
Direktur CV menjadi salah satu posisi paling penting dalam struktur perusahaan berbentuk Commanditaire Vennootschap atau CV. Dalam praktik usaha di Indonesia, direktur CV berperan sebagai pihak yang menjalankan operasional perusahaan, mengambil keputusan bisnis, hingga mewakili perusahaan dalam urusan hukum maupun kerja sama usaha.
Banyak pelaku usaha mendirikan CV karena proses pembentukannya relatif sederhana dibanding perseroan terbatas. Namun, masih banyak yang belum memahami bahwa posisi direktur CV memiliki tanggung jawab besar, terutama terkait pengelolaan usaha, risiko bisnis, hingga hubungan dengan pihak ketiga.
Memahami fungsi direktur CV penting bagi pemilik usaha, calon sekutu aktif, maupun tenaga profesional yang ingin menduduki jabatan strategis dalam badan usaha. Artikel ini membahas secara lengkap mengenai direktur CV, mulai dari pengertian, dasar hukum, kewenangan, perbedaan dengan jabatan lain, hingga tanggung jawab hukumnya dalam kegiatan usaha.
Direktur CV adalah pihak yang bertindak sebagai pengelola utama perusahaan dalam bentuk Commanditaire Vennootschap. Dalam praktik hukum usaha Indonesia, jabatan ini umumnya dipegang oleh sekutu aktif atau sekutu komplementer yang memiliki kewenangan menjalankan perusahaan sehari-hari.
Berbeda dengan perseroan terbatas yang memiliki struktur direksi formal berdasarkan Undang-Undang Perseroan Terbatas, struktur CV lebih sederhana. Meskipun demikian, istilah direktur CV tetap umum digunakan dalam dunia usaha, terutama pada dokumen administrasi perusahaan, perbankan, perpajakan, dan pengadaan proyek.
Sekutu aktif dalam CV memiliki tanggung jawab penuh terhadap operasional dan kewajiban perusahaan. Karena itu, direktur CV bukan hanya jabatan administratif, tetapi juga posisi yang menanggung konsekuensi hukum atas aktivitas usaha yang dilakukan.
Dalam proses legalitas usaha melalui OSS RBA, posisi direktur CV biasanya dicantumkan sebagai penanggung jawab perusahaan. Informasi tersebut terhubung dengan Nomor Induk Berusaha, perpajakan, hingga data perizinan lainnya. Pemahaman mengenai struktur badan usaha juga penting ketika Anda mempelajari NIB dan pendirian badan usaha agar tidak terjadi kesalahan penentuan pengurus usaha.
CV diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang atau KUHD, khususnya mengenai persekutuan komanditer. Dalam ketentuan tersebut, terdapat dua jenis sekutu, yaitu sekutu aktif dan sekutu pasif.
Sekutu aktif adalah pihak yang menjalankan perusahaan dan bertanggung jawab penuh terhadap seluruh kewajiban usaha. Sementara itu, sekutu pasif hanya menyertakan modal tanpa terlibat dalam pengelolaan operasional perusahaan.
Karena tidak ada istilah direksi formal dalam KUHD untuk CV, maka istilah direktur CV berkembang dalam praktik bisnis dan administrasi modern. Jabatan ini biasanya dicantumkan dalam akta pendirian yang dibuat notaris.
Beberapa regulasi yang berkaitan dengan pengelolaan CV dan jabatan pengurus usaha antara lain:
Dalam sistem OSS RBA, data direktur CV menjadi bagian penting karena digunakan untuk verifikasi identitas usaha, penerbitan izin usaha, dan pengelolaan aktivitas bisnis berbasis risiko.
Direktur CV memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan usaha. Posisi ini tidak hanya bertanggung jawab terhadap kegiatan internal perusahaan, tetapi juga hubungan eksternal dengan klien, vendor, pemerintah, dan lembaga keuangan.
Secara umum, tugas direktur CV meliputi:
Dalam perusahaan jasa konstruksi, direktur CV sering menjadi penanggung jawab administrasi tender, pengadaan proyek, hingga proses sertifikasi usaha. Hal ini berkaitan erat dengan kebutuhan legalitas seperti SKK Konstruksi dan sertifikat badan usaha.
Pemahaman mengenai jabatan kerja konstruksi dan kompetensi tenaga kerja juga penting karena direktur CV kerap menentukan susunan personel teknis dalam perusahaan.
Selain memiliki tugas operasional, direktur CV juga memiliki kewenangan dalam mengambil keputusan perusahaan. Wewenang tersebut biasanya diatur dalam akta pendirian atau perjanjian para sekutu.
Beberapa wewenang direktur CV antara lain:
Namun, kewenangan tersebut tetap harus dijalankan sesuai kesepakatan para sekutu. Jika direktur bertindak di luar kewenangan atau melakukan penyalahgunaan jabatan, maka konsekuensi hukum dapat muncul, termasuk gugatan dari mitra usaha atau sekutu lainnya.
Dalam praktik pengadaan proyek pemerintah, kewenangan direktur CV juga menjadi perhatian penting karena nama pengurus perusahaan harus sesuai dengan data legalitas yang terdaftar pada sistem elektronik pengadaan.
Salah satu hal yang sering membingungkan pelaku usaha adalah perbedaan antara direktur CV dengan sekutu pasif. Padahal, keduanya memiliki fungsi dan risiko hukum yang berbeda.
Direktur CV berasal dari sekutu aktif yang menjalankan perusahaan secara langsung. Sebaliknya, sekutu pasif hanya memberikan modal dan tidak boleh ikut campur dalam pengelolaan usaha.
Jika sekutu pasif ikut mengelola perusahaan secara aktif, maka status perlindungan tanggung jawab terbatasnya dapat hilang. Artinya, sekutu pasif bisa ikut menanggung kewajiban perusahaan sebagaimana sekutu aktif.
Berikut perbedaannya secara umum:
| Aspek | Direktur CV / Sekutu Aktif | Sekutu Pasif |
|---|---|---|
| Pengelolaan usaha | Mengelola operasional perusahaan | Tidak mengelola perusahaan |
| Tanggung jawab | Tidak terbatas | Terbatas pada modal |
| Pengambilan keputusan | Berwenang mengambil keputusan | Tidak berwenang |
| Hubungan dengan pihak ketiga | Mewakili perusahaan | Tidak mewakili perusahaan |
Salah satu risiko terbesar menjadi direktur CV adalah tanggung jawab hukum yang tidak terbatas. Artinya, jika perusahaan memiliki utang atau masalah hukum, maka harta pribadi sekutu aktif dapat ikut menjadi objek pertanggungjawaban.
Hal ini berbeda dengan perseroan terbatas yang memisahkan tanggung jawab perusahaan dengan pemegang sahamnya. Karena itu, direktur CV harus berhati-hati dalam mengambil keputusan bisnis, terutama yang berkaitan dengan pinjaman, kontrak besar, atau kerja sama proyek.
Beberapa bentuk tanggung jawab hukum direktur CV antara lain:
Dalam sektor konstruksi, risiko hukum juga meningkat jika perusahaan tidak memiliki tenaga kerja kompeten atau legalitas yang sesuai. Oleh sebab itu, banyak perusahaan mulai memperhatikan sertifikat kompetensi kerja dan SKK sebagai bagian dari kepatuhan usaha.
Pada dasarnya, tidak ada syarat yang terlalu rumit untuk menjadi direktur CV. Namun, terdapat beberapa ketentuan umum yang lazim diterapkan dalam pendirian badan usaha.
Dalam praktik bisnis tertentu, direktur CV juga diharapkan memiliki kompetensi manajerial dan pemahaman teknis usaha. Misalnya pada bidang konstruksi, direktur perlu memahami regulasi jasa konstruksi, pengadaan proyek, hingga pengelolaan tenaga kerja bersertifikat.
Pelaku usaha juga sering mengombinasikan legalitas usaha dengan pengurusan sertifikasi tertentu melalui proses sertifikasi SKK Konstruksi agar perusahaan lebih siap mengikuti tender maupun proyek swasta.
Secara praktik administrasi usaha di Indonesia, hampir seluruh CV memiliki jabatan direktur atau pimpinan perusahaan. Meskipun KUHD tidak secara eksplisit menggunakan istilah direktur, keberadaan pengurus aktif tetap wajib ada karena perusahaan harus memiliki pihak yang bertanggung jawab menjalankan usaha.
Dalam pengurusan rekening bank, OSS RBA, perpajakan, hingga pengadaan proyek, identitas direktur atau penanggung jawab usaha selalu diminta. Karena itu, jabatan ini menjadi elemen penting dalam struktur perusahaan.
Bagi perusahaan yang ingin berkembang lebih besar, pemilihan direktur CV juga harus mempertimbangkan kemampuan pengelolaan usaha, integritas, serta pengalaman bisnis.
Direktur CV menghadapi tantangan yang semakin kompleks, terutama sejak sistem perizinan dan pengadaan usaha mulai terdigitalisasi. Pengurus usaha kini harus memahami OSS RBA, perpajakan elektronik, pelaporan usaha, hingga sistem sertifikasi berbasis digital.
Selain itu, persaingan usaha juga semakin ketat. Direktur CV tidak cukup hanya memahami operasional bisnis, tetapi juga perlu memahami strategi pengembangan usaha dan pengelolaan risiko.
Dalam bidang jasa konstruksi, misalnya, direktur perusahaan harus memastikan tenaga kerja memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan proyek. Hal tersebut berkaitan erat dengan diklat dan pelatihan tenaga konstruksi yang kini menjadi perhatian penting dalam peningkatan kualitas SDM.
Tantangan lainnya adalah menjaga kepatuhan hukum perusahaan. Kesalahan administrasi kecil seperti ketidaksesuaian data pengurus, izin usaha kedaluwarsa, atau pelaporan pajak yang tidak tepat dapat memengaruhi kredibilitas perusahaan.
Ya. Dalam praktik umum, direktur CV berasal dari sekutu aktif karena pihak inilah yang menjalankan dan mewakili perusahaan.
Bisa. Pergantian direktur dilakukan melalui perubahan akta notaris dan pembaruan data administrasi perusahaan, termasuk OSS RBA dan perpajakan.
Ya. Sekutu aktif atau direktur CV memiliki tanggung jawab sampai pada harta pribadi apabila perusahaan tidak mampu memenuhi kewajibannya.
Pada prinsipnya bisa, selama tidak melanggar perjanjian usaha, aturan internal, maupun ketentuan tertentu dalam kerja sama bisnis dan pengadaan proyek.
Tidak selalu wajib. Namun, pada sektor tertentu seperti jasa konstruksi, pemahaman kompetensi kerja dan legalitas usaha menjadi nilai penting dalam pengembangan perusahaan.
Direktur CV memiliki peran sentral dalam pengelolaan perusahaan, mulai dari operasional usaha, pengambilan keputusan, hingga tanggung jawab hukum. Posisi ini umumnya dipegang oleh sekutu aktif yang memiliki kewenangan menjalankan perusahaan dan mewakili usaha di hadapan pihak ketiga.
Memahami tugas, kewenangan, dan risiko menjadi direktur CV sangat penting sebelum mendirikan atau mengelola badan usaha. Dengan pengelolaan yang baik, kepatuhan legalitas, dan dukungan kompetensi tenaga kerja yang tepat, CV dapat berkembang menjadi badan usaha yang profesional dan berdaya saing tinggi.
Dari perencaan mengambil bidang usaha, kualifikasi sampai dengan persiapan dokumen tender dengan tujuan untuk Memenangkan Proyek
Konsultasi dengan Career Consultant profesional: terpercaya, respon cepat, dan layanan premium untuk mengembangkan karier dan peluang Anda.
Butuh bantuan? Hubungi kami.
Konsultasi Gratis — Respon < 5 menitJabatankerja.com sebagai konsultan bisnis, berpengalaman dalam memberikan solusi bisnis yang inovatif dan efektif untuk perusahaan di berbagai industri. Tim kami yang terdiri dari para ahli di bidang strategi, keuangan, dan operasi akan bekerja sama dengan Anda untuk mencapai tujuan bisnis Anda. Kami menyediakan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda, termasuk analisis pasar, perencanaan strategis, dan pengembangan bisnis. Dengan pengalaman kami yang luas dan metode yang teruji, kami yakin dapat membantu perusahaan Anda untuk tumbuh dan berkembang lebih sukses.
04 Jun 2026 • 7 min read
03 Jun 2026 • 7 min read
02 Jun 2026 • 6 min read
29 May 2026 • 7 min read
28 May 2026 • 9 min read
22 May 2026 • 8 min read
21 May 2026 • 7 min read
19 May 2026 • 8 min read
18 May 2026 • 8 min read
13 May 2026 • 8 min read
12 May 2026 • 9 min read
11 May 2026 • 7 min read
Pilih Sub bidang pekerjaan yang akan diambil, misalnya:
Tingkatkan kredibilitas dan peluang bisnis Anda di sektor konstruksi dengan Sertifikat Badan Usaha Jasa Konstruksi (SBUJK). Sertifikat ini membuktikan bahwa perusahaan Anda memenuhi standar kompetensi dan kualitas yang ditetapkan oleh pemerintah, memastikan kelayakan dalam menjalankan proyek konstruksi. Dengan SBUJK, Anda dapat mengikuti tender proyek pemerintah dan swasta, memperluas jaringan bisnis, serta meningkatkan kepercayaan klien dan mitra.
Pelajari Lebih LanjutRaih pengakuan resmi dalam bidang jasa penunjang tenaga listrik dengan Sertifikat Badan Usaha Jasa Penunjang Tenaga Listrik (SBUJPTL). Sertifikat ini menunjukkan bahwa perusahaan Anda memiliki kapasitas dan kompetensi untuk menyediakan layanan berkualitas tinggi di sektor tenaga listrik. Dengan SBUJPTL, Anda dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan, memperluas peluang usaha, dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi industri.
Pelajari Lebih LanjutTingkatkan profesionalisme dan keahlian Anda di sektor konstruksi dengan Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) Konstruksi. Sertifikat ini diakui secara nasional dan membuktikan bahwa Anda memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas konstruksi dengan efektif. Dengan SKK Konstruksi, Anda dapat meningkatkan peluang karir, memperoleh kepercayaan dari pemberi kerja, dan memenuhi standar industri.
Pelajari Lebih LanjutPastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan dengan Contractor Safety Management System (CSMS). Sistem ini dirancang untuk mengelola dan mengawasi kinerja keselamatan kontraktor, memastikan bahwa mereka memenuhi persyaratan keselamatan yang ditetapkan oleh perusahaan Anda. Dengan CSMS, Anda dapat mengurangi risiko kecelakaan, meningkatkan keamanan di tempat kerja, dan membangun budaya keselamatan yang kuat.
Pelajari Lebih LanjutTingkatkan keunggulan operasional dan kepuasan pelanggan dengan Sertifikat ISO 9001, standar internasional untuk sistem manajemen mutu. Dengan sertifikasi ini, perusahaan Anda akan diakui memiliki proses yang efisien, konsisten, dan memenuhi kebutuhan pelanggan. Sertifikat ISO 9001 tidak hanya meningkatkan reputasi perusahaan di mata klien dan mitra bisnis, tetapi juga membantu mengidentifikasi dan mengatasi risiko dengan lebih efektif, memastikan kualitas produk dan layanan Anda selalu optimal.
Pelajari Lebih LanjutJadikan perusahaan Anda pelopor dalam pengelolaan lingkungan dengan memperoleh Sertifikat ISO 14001. Standar ini menunjukkan komitmen Anda terhadap praktik ramah lingkungan dan keberlanjutan, mengurangi dampak negatif operasi bisnis terhadap lingkungan. Dengan sertifikasi ISO 14001, Anda tidak hanya mematuhi peraturan lingkungan yang berlaku, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional dan menghemat biaya melalui penggunaan sumber daya yang lebih baik dan pengurangan limbah. Raih kepercayaan dan loyalitas dari konsumen yang semakin peduli terhadap lingkungan dengan sertifikat ini.
Pelajari Lebih LanjutLindungi aset informasi berharga perusahaan Anda dengan Sertifikat ISO 27001, standar internasional untuk sistem manajemen keamanan informasi. Sertifikasi ini membantu Anda menetapkan, menerapkan, memelihara, dan terus meningkatkan sistem keamanan informasi, memastikan bahwa data perusahaan dan klien tetap aman dari ancaman dan kebocoran. Dengan ISO 27001, Anda tidak hanya memenuhi persyaratan hukum dan regulasi, tetapi juga membangun kepercayaan dan kredibilitas di mata pelanggan dan mitra bisnis, membuktikan bahwa Anda serius dalam menjaga keamanan data.
Pelajari Lebih LanjutPerangi praktik suap dan korupsi dengan Sertifikat ISO 37001, standar internasional untuk sistem manajemen anti-penyuapan. Dengan memperoleh sertifikasi ini, perusahaan Anda menunjukkan komitmen terhadap etika bisnis dan integritas, serta kepatuhan terhadap hukum anti-suap. Sertifikat ISO 37001 membantu Anda mengidentifikasi risiko penyuapan, menerapkan kebijakan dan kontrol yang efektif, dan membangun budaya transparansi. Meningkatkan kepercayaan dari pemangku kepentingan dan memperkuat reputasi perusahaan sebagai organisasi yang bersih dan dapat dipercaya.
Pelajari Lebih LanjutPrioritaskan kesehatan dan keselamatan kerja dengan Sertifikat ISO 45001, standar internasional untuk sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Dengan sertifikasi ini, Anda menunjukkan komitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi karyawan, mengurangi risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Sertifikat ISO 45001 membantu Anda mematuhi regulasi K3 yang berlaku, meningkatkan moral dan produktivitas karyawan, serta mengurangi biaya yang terkait dengan insiden kerja. Jadilah perusahaan yang peduli terhadap kesejahteraan karyawan dengan ISO 45001.
Pelajari Lebih LanjutCeritakan kepada kami, goal bisnis Anda.
Apakah sudah memiliki tenaga ahli dan peralatan pendukung konstruksi
Kami dapat membantu proses SKK - Sertifikat Kompetensi Kerja Konstruksi dan pemenuhan Peralatan
Termasuk Ijin Operator (SIO) dan Ijin Alatnya (SIA)
SBU Jasa Konstruksi ini dikeluarkan oleh LSBU atau Lembaga Sertifikat Badan Usaha yang di Akreditasi oleh LPJK PUPR